Fisika
Beberapa sifat yang dipelajari dalam fisika
merupakan sifat yang ada dalam semua sistem materi yang ada, seperti hukum kekekalan energi. Sifat
semacam ini sering disebut sebagai hukum fisika. Fisika sering
disebut sebagai "ilmu paling mendasar", karena setiap ilmu alam
lainnya (biologi, kimia, geologi, dan lain-lain)
mempelajari jenis sistem materi tertentu yang mematuhi hukum fisika. Misalnya,
kimia adalah ilmu tentang molekul
dan zat kimia yang dibentuknya. Sifat suatu zat kimia ditentukan oleh sifat
molekul yang membentuknya, yang dapat dijelaskan oleh ilmu fisika seperti mekanika kuantum, termodinamika, dan elektromagnetika.
Fisika juga berkaitan erat dengan matematika. Teori fisika banyak dinyatakan dalam notasi
matematis, dan matematika yang digunakan biasanya lebih rumit daripada
matematika yang digunakan dalam bidang sains lainnya. Perbedaan antara fisika
dan matematika adalah: fisika berkaitan dengan pemerian dunia material,
sedangkan matematika berkaitan dengan pola-pola abstrak yang tak selalu
berhubungan dengan dunia material. Namun, perbedaan ini tidak selalu tampak
jelas. Ada wilayah luas penelitan yang beririsan antara fisika dan matematika,
yakni fisika matematis, yang mengembangkan struktur matematis bagi teori-teori
fisika.
Fisika teoretis dan eksperimental
Budaya penelitian fisika berbeda dengan ilmu
lainnya karena adanya pemisahan teori dan
eksperimen. Sejak abad
kedua puluh, kebanyakan fisikawan perseorangan mengkhususkan diri meneliti
dalam fisika
teoretis atau fisika eksperimental saja, dan pada abad kedua
puluh, sedikit saja yang berhasil dalam kedua bidang tersebut. Sebaliknya,
hampir semua teoris dalam biologi dan kimia juga merupakan eksperimentalis yang
sukses.
Gampangnya, teoris berusaha mengembangkan
teori yang dapat menjelaskan hasil eksperimen yang telah dicoba dan dapat
memperkirakan hasil eksperimen yang akan datang. Sementara itu, eksperimentalis
menyusun dan melaksanakan eksperimen untuk menguji perkiraan teoretis. Meskipun
teori dan eksperimen dikembangkan secara terpisah, mereka saling bergantung.
Kemajuan dalam fisika biasanya muncul ketika eksperimentalis membuat penemuan
yang tak dapat dijelaskan dari teori yang ada, sehingga mengharuskan
dirumuskannya teori-teori baru. Tanpa eksperimen, penelitian teoretis sering
berjalan ke arah yang salah; salah satu contohnya adalah teori-M, teori populer
dalam fisika energi-tinggi, karena eksperimen untuk mengujinya belum pernah
disusun.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar